Wednesday, 14 May 2014

Rapimnas LDII 2014 - Peran Ormas dalam Peningkatan Kualitas Demokrasi Indonesia


Secara historis ormas sangat berperan di Indonesia, mulai dari NU, Persis, Muhammadiyah hingga Jong Java. Maka ormas perlu didorong menjadi motor inovasi dan penyelesai masalah. Lantas bagaimana menguatkan sense of history tersebut?

Salah satu peran ormas adalah menguatkan demokrasi, salah satunya dengan mengontrol agar Pemilu berjalan dengan jujur dan adil. Belajar dari negeri tetangga, Australia yang membangun kesadaran politik sejak dini, bahwa politik adalah cara untuk mencapai kemakmuran rakyat,  “Indonesia, seperti Australia penting diberikan pendidikan politik sejak dini. Sehingga akan terjadi masyarakat yang memiliki kepercayaan kuat pada KPU,” Ujar Prof. Satya Arinanto, SH, MH Dewan Pakar Hukum Tata Negara Universitas Indonesia.

Pendidikan politik tersebut akan memperkuat sense masyarakat bahwa kebebasan dalam berserikat dan mengeluarkan pendapat merupakan sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia.

Prof Satya mengungkapkan dari kajian yang ditulis dalam buku Megatrend Asia karangan John Naisbitt ada delapan kecenderungan besar yang akan mengubah masyarakat Asia, yaitu :
1. Akan ada pergeseran dari nasionalisme menjadi jaringan,
2. Pergeseran dari tradisi ke pilihan-pilihan, idealisme semakin besar,
3. Kecenderungan mengekspor dari apa yang diinginkan oleh konsumen,
4. Pergeseran dari kontrol pemerintah ,
5. Pergeseran dari tata pertanian ke kota besar, terjadi urbanisasi yang cepat dari tenaga kerja yang banyak dibutuhkan,
6. Pergeseran dari Industri padat modal ke teknologi tinggi,
7. Pergeseran dominasi laki-laki ke perempuan,
8. Pergeseran dari barat ke timur, dalam hal ekonomi, politik dan budaya.

Implikasi

Akan terjadi di masa depan, sebuah bangsa hadir namun tanpa adanya negara. Hal ini memperlihatkan kontrol pemerintah menjadi kurang.  Juga, selain itu akan dihadapi. Indonesia yang memiliki keragaman spesies yang tinggi.

Pasca berakhirnya masa kepresidenan Soeharto, menurut pandangan Institut for Democracy and Electoral Assistance (IDEA) akan terjadi 7 kecenderungan di Indonesia.
1.    Otonomi daerah
2.    Konstitusional dan aturan hukum
3.    Hubungan sipil-militer
4.    Masyarakat sipil
5.    Reformasi tata pemerintahan dan good governance.
6.    Gender
7.    Prulalisme agama

Peran Ormas

Pergerakan ormas dan kegiatan politik sebenarnya sudah dikuatkan pada alinea kedua pembukaan UUD 1945. Juga selanjutnya ada pada pasal 28 dan pasal 28E UUD 1945. Maka peran ormas menjadi hal krusial dan dapat berperan sebagai berikut :
1. Ormas yang memberikan masukan, saran dan rekomendasi,
2. Ormas yang memberikan evalusi,
3. Ormas yang menerapkan berbagai kebijakan pemerintah.

peran-ormas-ldii

“Saya harap LDII dapat menjadi ormas yang berperan dalam ketiga hal tersebut,” ungkap Prof. Satya.
Selanjutnya dalam berdemokrasi ada syarat konsolidasi demokrasi, diantaranya masyarakat sipil harus otonom dan diberikan jaminan hukum dan jaminan menyatakan pendapat. Terjadi sebuah demokrasi yang netral, dan terakhir tercipta sebuah masyarakat ekonomis yang menjadi perantara antar negara dan masyarakat untuk menjalankan perekonomian.

“Ormas yang dapat menjadi perantara antar negara merupakan potensi besar ormas untuk memberikan perannya pada pemerintah,” kata Prof. Satya. Hal ini memperlihatkan bahwa keberadaan ormas adalah sangat penting dan diharapkan keberadaan perannya. Bukan hanya ormas yang bertindak negatif, tapi esensi ormas sejak lahirnya Indonesia menjadi sebuah hal wajib.

Ormas dapat menjadi wadah bagi warga negara untuk menyalurkan aspirasinya. Sejak masa pergerakan nasional, tidak dapat kita pungkiri baik yang berlatar belakang agama, daerah, maupun nasionalis, ormas mampu tampil di depan mempelopori kemerdekaan. Ketika sebuah ormas memiliki kualitas layaknya ormas yang teguh mendukung semangat empat pilar kebangsaan. Maka peningkatan kualitas ormas dalam kegiatan berdemokrasi di Indonesia bukan sebuah khayalan belaka (Frediansyah Firdaus/Lines).

RAPIMNAS LDII 2014 - Gerakan Pramuka Untuk Membangun Karakter Bangsa

Komunitas diartikan sebagai suatu kelompok sosial yang memiliki ketertarikan yang sama. Sama halnya dengan Satuan Komunitas (Sako) Sekawan Persada Nusantara bentukan LDII yang juga dikenal sebagai Pramuka LDII.

Sako Sekawan Persada nusantara dibangun untuk menghasilkan kader-kader  yang faqih, alim, dan mandiri. Gerakan pramuka dijadikan alat untuk pembentukan karakter generasi muda. Untuk pembangunan bangsa Indonesia yang bermartabat sekaligus profesional religius. Dalam pelaksanaannya, Sako Sekawan Persada Nusantara membentuk Satuan Komunitas Daerah atau disebut Sakoda Banten, Lampung, Jakarta, dll.

Generasi yang kini hidup menurut Adhyaksa Dault adalah generasi keenam dan generasi ketujuh bila dihitung dari angkatan Sumpah Pemuda. Generasi ini memiliki keunikan yang biasa disebut Generasi C: content, connected, creative, co-creation, customize, curiousity, and cyborg. Mereka cepat mengikuti perubahan arus informasi. Mereka dibentuk oleh konten dan sangat bergantung dengan sosial media.
Di sinilah tugas pramuka, mengenali karakter generasi muda tersebut dan membentuknya menjadi generasi yang profesional berkarakter religius.

Adhyaksa Dault, Ka-Kwarnas Pramuka Indonesia dalam Rapimnas LDII 2014 di Balai Kartini, Jakarta (14/5) menambahkan, "Mandat inti Pramuka saat ini adalah mendidik anak muda berdasarkan UU No.12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Kepramukaan. Bahkan sekolah-sekolah saat ini mewajibkan ekstrakurikuler Pramuka," ujar Adhyaksa. Terkait hal tersebut, Sako SPN membentuk komunitas berbasis masjid dan UU Kepramukaan memperbolehkan hal tersebut.

Pada kegiatan kepramukaan, Pramuka LDII tidak hanya melibatkan kakak-kakak pembina Pramuka, namun juga unsur orangtua sebagai sebuah sinergitas dalam melaksanakan pembinaan bagi generasi Pramuka. Sebab, pondasi utama terbentuknya karakter anak adalah orangtua sebagai pendidik yang terhubung langsung dengan anak. Para pembina dan pengajar Pramuka terus berkoordinasi langsug dengan orangtua memberikan laporan perkembangan anak kepada orangtua.

adhiyaksa-dault-ldii

Sako Sekawan Persada Nusantara ini bukan saja mencengangkan dengan prestasinya yang baru saja dikukuhkan dalam Tingkat Nasional, namun juga keikutsertaannya dalam Jambore Tingkat ASEAN di Thailand pada akhir tahun 2013 lalu. Bahkan, Gubernur Jakarta sekaligus Capres 2014 dari PDIP, Joko Widodo memberikan apresiasinya secara langsung dalam pertemuan delegasi Pramuka di Balaikota (26/11/2013). Jokowi menilai, Pramuka dapat mendongkrak citra Jakarta.

Pendidikan Pramuka LDII dekat dengan pendidikan karakter. Dimana pendidikan umumnya mengedepankan ranah kognitif tetapi kurang memaksimalkan ranah afektif. Praktek afektif yang diharapkan para pengajar yaitu implementasi budi pekerti dalam kehidupan sehari-hari. Jelas hal ini dapat membantu pembinaan generasi penerus. Generasi mandiri dapat terbentuk baik secara intelektual maupun spiritual. Inilah yang diperlukan bangsa Indonesia agar kembali menjadi bangsa yang kuat dan disegani.

Jadi, dengan adanya Pramuka, generasi yang dihasilkan tidak hanya berteknologi canggih namun juga generasi cerdas dan terbina akhlak dan perilakunya. Pengembangan hard skill, pengembangan soft skill, dan pemahaman agama merupakan target utama yang harus dicapai oleh Pramuka LDII saat ini dan masa depan. "Bukan tidak mungkin, di masa depan nanti Pramuka-lah yang diharapkan menjadi 'mantu' setiap orangtua,” kelakar Adhyaksa menutup pertemuan.

Rapimnas LDII 2014 - Prabowo: “Indonesia Tidak Boleh Bertekuk Lutut pada Bangsa Lain”


Hari kedua Rapimnas LDII (14/5), giliran Capres Prabowo memberikan pemaparan visi dan misinya sebagai presiden, setelah sebelumnya Jokowi Capres PDIP melakukan hal yang sama.

Menyambut kedatangan Prabowo, Ketua DPP LDII Chriswanto Santoso membacakan 16 butir pokok pikiran Rapimnas. Butir-butir tersebut telah melalui proses panjang melalui Focus Group Discussion sejak lima bulan yang lalu.

16 pokok pikiran tersebut di antaranya LDII mengamati ciri bangsa besar tidak pernah melupakan sejarah. “Pertama, Rakyat harus menjadi sisi sentral manfaat pendirian negara ini. Legitimasi etis harus diwujudkan di samping legitimasi kuantitatif. Realisasi legitimasi etis perlu menjadi agenda besar bangsa Indonesia. Harus dipahami bahwa demokrasi merupakan sebuah amanat. LDII mencermati praktik demokrasi harus serius diperbaiki agar praktek demokrasi memenuhi legitimasi etis,” ujar Chriswanto Santoso.

LDII mengharapkan selepas kegiatan politik 2014 agar terus dilaksanakan pendidikan politik yang baik, supaya makna demokrasi dapat terwujud dalam kehidupan nyata sehari-hari. LDII menganggap bahwa KPU perlu mendapatkan tugas tambahan pendidikan politik agar tugas demokrasi secara substansial dapat terwujud.

prabowo-ldii-gerindra

LDII mengingatkan partai politik supaya sanggup mewujudkan Pancasila sebagai nilai dasar bangsa Indonesia. Selain itu LDII menyerukan energi panas bumi dan energi terbaru lainnya harus diwujudkan pemanfaataanya untuk memenuhi kebutuhan energi di masa depan. Energi kelistrikan juga harus dioptimalkan agar PLN dapat diberikan cadangan khusus batu bara dengan harga dibawah normal.

Pokok-pokok pikiran LDII tersebut senada dengan manifesto perjuangan Gerindra, bahwa bangsa Indonesia harus mampu berdiri sendiri. Harus mandiri, tidak bertekuk lutut kepada bangsa lain namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai persahabatan antar bangsa. “16 pokok pikiran Rapimnas LDII, telah merangkum pemikiran Gerindra yang terdiri 200 slide lebih,” puji Prabowo.

 “Sebanyak 16 pokok pikiran ini akan kami pelajari dan kami manfaatkan untk memperkuat langkah kami kedepan. Jangan-jangan banyak kader LDII di parta Gerindra, jangan-jangan kader Gerindra yang menyusun juga merupakan kader Gerindra. Jadi saya tidak bisa banyak memberikan orasi lagi,” ujar Prabowo.

Prabowo menyaksikan LDII sangat cerdik melaksanakan Rapimnas persis menjelang pendaftaran capres. “Tepat sekali menitipkan butir solusi permasalahan bangsa hasil rapimnas yang telah didahului dengan FGD LDII sejak lima bulan lalu,” ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, sudah 16 tahun Indonesia melaksanakan demokrasi, sejak tahun 1999 hingga sekarang. “Demokrasi di mana kita memilih pemimpin langsung, dengan sistem ini kita berharap mendapatkan pemerintahan yang bersih dan baik, serta memberikan kesejahteraan pada rakyatKita juga harus berani melihat kenyataan dan bertanya, apakah sistem kita ini sudah benar dan baik?” ungkap Prabowo.

Menurut Prabowo dirinya merasakan kondisi ketidakbajikan sudah merasuk kemana-mana. Kondisi aktual bangsa Indonesia terlalu banyak hasil perekonomian bangsa mengalir keluar. “Pernyataan ini bukan pernyataan tanpa dasar. Apa yang saya katakan sudah didukung dari data, angka dan fakta yang diperoleh dari bangsa kita sendiri,” ujar Prabowo.

Prabowo memaparkan bahwa neraca ekspor impor Indonesia selama 15 tahun mengalami keuntungan rata-rata tiap tahun US$ 250 miliar. Baru pada tahun 2012 mulai mengalami defisit karena Indonesia mengimpor terlalu banyak bahan bakar.

prabowo-gerindra-ldii

Dari tahun 1997 Prabowo mengungkapkan kita telah mengalami keuntungan selama 15 tahun. 15 dikali US$ 25 miliar berarti cadangan devisa kita seharusnya US$ 375 miliar. Seharusnya sekian, kalau kita tanya ke BI, ternyata cadangan kita sekitar US$ 100 miliar.

Lalu pertanyaannya, kemana hampir ¾ kekayaan bangsa Indonesia senilai US$ 275 miliar? Tanya Prabowo. “Kekayaan kita tidak tinggal di Indonesia, ini yang saya sebut net outflow of national wealth, ini sama saja kita seperti sedang dijajah oleh belanda,” kata Prabowo.

Prabowo meminta mandat dari masyarakat Indonesia untuk mengangkat dia sebagai Presiden RepubIik Indonesia. “Jika apa yang saya katakan salah, maka saya tetap konsisten melaksanakan tugas membela rakyat Indonesia. Saya telah bersumpah membela kepentingan rakyat Indonesia sejak remaja. Saya tidak malu-malu, saya Prabowo akan mewujudkan Indonesia yang tidak minta-minta, tidak berlutut pada bangsa lain, Indonesia yang akan menjaga hubungan dengan bangsa lain, dan Indonesia yang mandiri. Itu perjuangan saya, itu cita-cita saya dan saya yakin, itu harapan dan cita-cita saudara,” ujar Prabowo.

Prabowo melanjutkan Indonesia sebagai negara kaya, masa impor pangan kepada bangsa lain. Maka dari itu Prabowo menilai Indonesia perlu bangkit, harus setia pada cita-cita founding father Indonesia 17 Agustus 1945 (Frediansyah Firdaus/Lines).

Rapimnas LDII 2014 - LDII Meresmikan Majelis Taujih wal Irsyad



Pada 2012, saat Rakernas di Botani Square, Bogor, LDII mengumumkan pembentukan Majelis Taujih wal Irsyad (MTI) dan Dewan Pakar. Bila Dewan Pakar adalah kumpulan pakar di bidang politik, sosial, budaya, dan ekonomi, maka Majelis Taujih Wal Irsyad adalah lembaga yang mengkaji berbagai fenomena sosial dalam masyarakat, dipandang dari sisi agama. Fatwa-fatwa yang dikeluarkan MTI dalam bentuk keilmuan dan ubudiyah, untuk menjawab kegelisahan masyarakat dalam berbagai hal.

Adapun susunan pengurus MTI di antaranya KH Kasmudi Ashshidqi, SE, M.Ak sebagai ketua, KH Edi Suparto sebagai wakil, KH M. Fadli Abdul Syukur selaku sekretaris, KH Abdul Aziz Ridwan selaku wakil ketua, KH Aceng Karimullah, Hafiluddin, dan Zunit Saifullah sebagai wakil sekretaris. Sementara yang duduk sebagai anggota antara lain: KH. Abd.Syukur, KH Hakim Mulyono, KH Sholichun, KH M. Thohir Abd. Salam, KH Ikhwan Abdillah, KH Mustofa Royyan, KH Taufiqurrohman, KH  Abd. Fatah, KH Abdulloh Mas'ud, KH. Syaifurrohman, KH. Abdul Bari, KH. Ahmad Falas, KH. M. Irsyad Rosyidi, KH Ubaidillah Al Hasaniy, Pahala Jaya, dan lain-lain.

Pada soft launching majelis Taujih wal Irsyad, juga menghadirkan Dr. Ardito Binadi mewakili Dewan Pakar LDII. Adapun produk yang ditampilkan, salah satunya adalah buku yang membahas tujuh transaksi haram dalam Islam. Korbid Pendidikan Agama DPP LDII, Chriswanto Santoso menyatakan produk lain yang dilansir bersamaan adalah syaro-syaro Asmaul Husna, dan termasuk tujuh transaksi, serta akad-akad transaksi halal.

“Secara harfiah, majelis ini merupakan dewan majelis yang memberi arahan atau petunjuk serta lebih banyak merespon pertanyaan dari masyarakat. Apabila terkadang belum jelas ditemukan dalam ayat Alquran dan Alhadist. Seperti contoh apabila ada ayat atau hadis yang rumit, majelislah yang menjelaskan,” ujar Chriswanto Santoso.

Visi MTI adalah mewujudkan sebuah majelis yang mengoptimalkan aktivitas dakwah yang terorganisir sehingga kualitas keulamaannya meningkat. Adapun misi majelis yang berkantor di Pondok Wali Barokah Kediri ini, menjabarkan dan mensosialisasikan nilai-nilai Islam secara sistematis dan dinamis. Misi lainnya, adalah merespon problem-problem teraktual dalam masyarakat dan menjadi mediator bagi generasi penerus untuk menggali ilmu agama baik secara tekstual maupun kontekstual.

Kegiatan MTI berupa pembahasan pendalaman dan kajian-kajian literatur Islam. Dengan mengkaji ilmu tersebut akan timbul pemahaman-pemahaman tentang ilmu ibadah, muamalah, akhlak, dan adab. Ilmu-ilmu yang menunjang, bagaimana seseorang bisa memahami Alquran. Majelis ini juga mengadakan seminar untuk menyusun buku pedoman ibadah. Kemudian merumuskan kurikulum lembaga pendidikan agama, mempublikasikan dan mensosialisasikan produk-produk MTI, mengadakan kerjasama dengan dewan pakar yang lain, baik dalam organisasi LDII maupun di luar organisasi.

Sedangkan penerbitan syaro Asmaul Husna dibuat agar masyarakat lebih tahu arti dan makna mengenai nama-nama Allah. Sedangkan Man'had Wali Barokah al Islami berupa rujukan mengenai haramnya riba atau ghoror yaitu transaksi yang menimbulkan ketidakpastian, dhoror yaitu transaksi yang menimbulkan penganiayaan, maksiat yaitu melakukan usaha kelihatannya halal tapi haram, mengandung riswah/suap.

Dengan adanya kejelasan dari MTI, umat Islam dapat menjalankan transaksi tanpa terganggu dengan transaksi haram dan mengetahui akad-akad halal transaksi. MTI akan membahas permasalahan itu dengan bahasa yang mudah diterima berbagai kalangan.

Tuesday, 13 May 2014

Panglima TNI Jendral Moeldoko : Ulama Memiliki Peran Starategis dalam Pertahanan


Panglima TNI Jendral  Moeldoko mengisi pembekalan tentang pertahanan negara, menjelaskan peran penting ulama dalam Sistem Pertahanan Semesta (Sishanta).  Dalam Rapimnas 2014 pada Selasa (13/5), Moeldoko menjelaskan Sishanta tidak dapat terbentuk tanpa dukungan seluruh komponen negara guna memanfaatkan seluruh sumberdaya manusia dan alam bila sewaktu-waktu terjadi perang atau ancaman negara. Ulama menurutnya memiliki peran strategis guna menciptakan karakter bangsa.

Moeldoko menjelaskan hakiki dasar bela negara yang dilakukan oleh sipil adalah panggilan hati dan spririt untuk terlibat aktif membela negara. Hal tersebut dapat tercipta melalui pembangunan karakter kebangsaan yang baik yang salah satunya dapat dilakukan oleh para ulama.

Peran tersebut menjadi semakin penting, mengingat potensi proxy war yang dapat terjadi setiap saat dan mengancam negara. Hal tersebut menurutnya lebih berbahaya dibandingkan perang secara fisik karena bisa dilakukan oleh siapa saja. Moeldoko menjelaskan musuh bangsa ini merusak stabilitas negara melalui bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Ini sangat terlihat dari kegermaran masyarakat saat ini yang lebih gemar mengunakan produk dan budaya luar dibandingkan bangsa sendiri.

“Jumlah penduduk bumi yang mencapai 7 miliar jiwa dan terus bertambah 1 milyar setiap 10 tahunnya menyebabkan terjadinya krisis pangan, air, energi, serta penurunan daya dukung lingkungan,” ujar Moeldoko. Krisis ini menurutnya, mengancap Indonesia yang berada di wilayah ekuator dan dianugrahi berbagai sumber daya alam. Ulama memiliki peran untuk membangun kecintaan negara kepada umatnya sehingga kejadian warga negara yang menjual kekayaan alam bangsanya untuk bangsa lain, tidak terjadi.

Di sela penyampaiannya, Moeldoko bercerita tentang masa kecilnya di Pesing, Kediri, Jawa Timur. Besar di Kediri, menyebabkan Moeldoko sangat mengenal LDII luar dalam. Dirinya juga menyampaikan, penambahan “I” di akhir LDII yang berarti Indonesia, seharusnya menjadikan LDII sebagai organisasi yang nasionalis. “Warga LDII seharusnya menjadi orang Indonesia yang Islam, jangan terbalik orang Islam yang ada di Indonesia,” jelas Moeldoko.

Moeldoko mendukung prinsip LDII yang menyampaikan dakwah dengan soft dan green. Menurutnya dakwah semacam ini adalah bentuk dakwah yang paling dibutuhkan oleh bangsa ini. Tanpa kekerasan dan menyejukkan umat. “Para pengkhotbah itu seharusnya menyejukkan, bukan malah menyebar fitnah, memprovokasi, atau menjelek-jelekkan golongan lain, Khotbah kok medeni (menakutkan),” ujarnya.

Di akhir pemaparannya Moeldoko juga memuji program Trisukses generasi penerus yang digalakkan LDII. “Faqih, berakhlaqul kharimah, sudah biasa dilakukan oleh ormas Islam lain. Tapi mandiri merupakan program yang sangat luar biasa,” pujinya. Dengan mandiri menurutnya etos kerja dan pembangunan bangsa dapat tercipta dengan baik. Dirinya juga memuji petas silat yang dilakukan oleh pesilat cilik yang menyambutnya. Menurutnya silat sangat penting untuk membangun karakter bangsa, seperti yang dilakukan oleh bela diri Shaoulin di Cina. (Sumber:LDII.or.id) 

Jakowi Menyampaikan Misi dan Visi di Rapimnas LDII 2014




JAKARTA - Calon Presiden dari PDI Perjuangan Joko Widodo alias Jokowi menyampaikan visi dan misinya dalam Rapimnas Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII).
Jokowi menyampaikan visinya dalam memperbaiki Indonesia lewat “Revolusi Mental” yang selama ini ia gembar-gemborkan.  Menurut Jokowi guna memperbaiki Indonesia perlu diperbaiki lewat SDM nya terlebih dahulu. Untuk itu dirinya berusaha membangun paradigma politik baru, tanpa koalisi dan politik bagi-bagi menteri.

Empat hal yang dibahas Jokowi diantaranya mengenai pengembangan pendidikan, peningkatan ketahanan pangan, penciptaan kedaulatan energi, serta peningkatan ekonomi lewat perbaikan infrastruktur di berbagai bidang. Jokowi menyampaikan setidaknya ada 70 infrastruktur yang akan diperbaiki olehnya apabila terpilih kelak.

Jokowi menyinggung Indonesia dengan potensi alam yang luar biasa, seharusnya Indonesia tidak lagi menggunakan BBM karena selain harganya mahal, juga membebani APBN lewat biaya subsidinya yang besar. Ia mengemukakan bahwa sebaiknya Indonesia menggunakan gas dan batu bara sebagai sumber energy.

"Harusnya pakai gas dan batu bara karena lebih murah. Rp70 triliun untuk bbm (subsidi)? kenapa tidak pakai gas dan batu bara yang lebih murah, tidak perlu subsidi," jelasnya di depan sekira 1.200 peserta Rapimnas LDII di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Selasa (13/5/2014).

 Akan sulit menjadi negara maju karena ada sekelompok orang yang diuntungkan dengan mempersulit akses ke barang modal, “Ada yang rugi bila BBM diganti dengan batu bara dengan gas, mereka inilah yang terus membuat kesan seolah-olah semuanya sulit dan akhirnya harus disubsidi,” ujar Jokowi disambut gelak tawa para peserta rapimnas.
 
Jokowi memisalkan bila PLN diberi konsensus batu bara dan gas, PLN tidak akan menggunakan BBM, dengan demikian listrik menjadi murah. Jokowi juga memprogramkan bila terpilih menjadi presiden, dia akan membangun Tol Laut, yang terdiri dari kapal yang sangat besar yang menghubungkan Papua dengan Sumatra, sehingga harga semen di Jawa yang Rp 50 ribu per sak, tidak menjadi Rp 1 juta per sak di Papua. (Berbagi sumber)


Tiga Capres Bakal sampaikan Visi dan Misi di Rapimnas LDII



JAKARTA - Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menggelar Rapat Pimpinan Nasional(Rapimnas). Acara berlangsung mulai 13 Mei hingga 15 Mei 2014 di Balai Kartini, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

Rapimnas tersebut juga menghadirkan para calon presiden yang akan segera bertarung dalam Pilpres 2014.

Ketua DPP LDII, Prasetyo Soenaryo, mengatakan, tiga capres yang akan hadir itu adalah Joko Widodo (Jokowi), Prabowo Subianto, dan Aburizal Bakrie (Ical). Kehadiran mereka diharapkan bisa menjadi ajang bertukar pikiran.

"Ormas bukanlah organisasi yang memiliki hasrat kompetisi. Ormas lebih netral dalam melihat persoalan negara dan lebih dekat dengan apa yang dihadapi masyarakat. Dengan begitu kami memiliki solusi untuk memecahkan masalah bangsa," ucapnya, Selasa (13/5/2014).

Menurut dia, ketiga tokoh capres tersebut akan dihadirkan pada hari berbeda selama tiga hari pelaksanaan rapimnas.

Berdasarkan jadwal rapimnas, capres dari PDIP, Jokowi akan menjadi capres pertama yang menyampaikan visi dan misinya.

Hari kedua akan dihadirkan capres dari Gerindra Prabowo Subianto. sementara di hari terakhir, rapimnas akan mendatangkan Ical yang merupakan capres dari Golkar.

Rapimnas yang mengambil tema "Kepemimpinan Profesional-Religius untuk Mewujudkan Indonesia yang Semakin Bermartabat" itu akan dihadiri sekira 1.200 peserta yang terdiri dari ulama, dewan penasehat, pengurus DPP, dan Dewan Perwakilan Daerah dari 34 provinsi. Sumber: okezone.com