Tuesday, 13 May 2014
Jakowi Menyampaikan Misi dan Visi di Rapimnas LDII 2014
Dilihat
JAKARTA - Calon Presiden dari PDI Perjuangan Joko Widodo alias Jokowi menyampaikan visi dan misinya dalam Rapimnas Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII).
Jokowi menyampaikan visinya dalam memperbaiki Indonesia lewat “Revolusi Mental” yang selama ini ia gembar-gemborkan. Menurut Jokowi guna memperbaiki Indonesia perlu diperbaiki lewat SDM nya terlebih dahulu. Untuk itu dirinya berusaha membangun paradigma politik baru, tanpa koalisi dan politik bagi-bagi menteri.
Empat hal yang dibahas Jokowi diantaranya mengenai pengembangan pendidikan, peningkatan ketahanan pangan, penciptaan kedaulatan energi, serta peningkatan ekonomi lewat perbaikan infrastruktur di berbagai bidang. Jokowi menyampaikan setidaknya ada 70 infrastruktur yang akan diperbaiki olehnya apabila terpilih kelak.
Jokowi menyinggung Indonesia dengan potensi alam yang luar biasa, seharusnya Indonesia tidak lagi menggunakan BBM karena selain harganya mahal, juga membebani APBN lewat biaya subsidinya yang besar. Ia mengemukakan bahwa sebaiknya Indonesia menggunakan gas dan batu bara sebagai sumber energy.
"Harusnya pakai gas dan batu bara karena lebih murah. Rp70 triliun untuk bbm (subsidi)? kenapa tidak pakai gas dan batu bara yang lebih murah, tidak perlu subsidi," jelasnya di depan sekira 1.200 peserta Rapimnas LDII di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Selasa (13/5/2014).
Akan sulit menjadi negara maju karena ada sekelompok orang yang diuntungkan dengan mempersulit akses ke barang modal, “Ada yang rugi bila BBM diganti dengan batu bara dengan gas, mereka inilah yang terus membuat kesan seolah-olah semuanya sulit dan akhirnya harus disubsidi,” ujar Jokowi disambut gelak tawa para peserta rapimnas.
Jokowi memisalkan bila PLN diberi konsensus batu bara dan gas, PLN tidak akan menggunakan BBM, dengan demikian listrik menjadi murah. Jokowi juga memprogramkan bila terpilih menjadi presiden, dia akan membangun Tol Laut, yang terdiri dari kapal yang sangat besar yang menghubungkan Papua dengan Sumatra, sehingga harga semen di Jawa yang Rp 50 ribu per sak, tidak menjadi Rp 1 juta per sak di Papua. (Berbagi sumber)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment